Rabu, 26 November 2014

BELAJAR MENGHIBUR GURU

Buletin online Fk-Pontren
26 November 2014
Dari: KH. Maslul Zahid (Sampang)
Rois Majlis Al-Mahidiin

Al-Imam Ali Karromallahu Wajha berkata:
Aku adalah hamba dari seorang yang mengajariku satu huruf sekalipun.

Betapa tawadhu' beliau,  betapa pandainya beliau bersyukur pada gurunya.
Padahal beliau adalah pintu ilmu sebagaimana di sebutkan dalam hadits.

■ Yang mengajar alif dan ba' itu guru.
■ Mengajar safinah itu guru.
■ Mengajar minhaj dan seterusnya juga guru.
■ Yang mengajari kita saat masih kecil dan dewasa juga guru.
■ Mengajar di kampung, kota, dalam negeri dan luar negeri sama saja mereka tetap guru kita.
■ Jangan pernah merasa malu menjadi murid hanya karna guru yang dulu tidak sehebat guru kalian yg sekarang.

Sangat buruk prilaku murid yang memposisikan dirinya seperti juri kontes kemuliaan guru, juga mengatakan bahwa guru saya yang ini afdhol dari yang itu, yang di sana lebih baik dari yang di sini dll.

Saya pernah bertemu dengan banyak guru yang kecewa pada murid yang di didiknya bukan karna murid itu nakal atau bodoh tapi karna kurang peka menghormati guru bahkan untuk berjabat tangan dan sedikit berbasa basi pun enggan karena merasa sudah punya banyak pengikut dan berpengaruh.

Bagaimana murid bisa di bilang sukses kalau tidak punya akhlak pada guru nya?
Contohlah Imam Ali R.A yang begitu alim tetapi tawadhu' bahkan pada guru sekecil apapun dia.

Tugas murid mencintai, menghormati dan tidak meremehkan guru.
Pandai-pandai lah menjaga perasaan mereka, kalau menyakiti orang saja dosanya lebih besar dari pada menghancurkan ka'bah, bagaimana kalau kita meremehkan guru?!
Ibadah paling afdhol setelah yang fardhu adalah menyenangkan hati seorang mukmin, bagaimana besar pahala jika kita dapat menghibur hati guru?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar