Senin, 01 Desember 2014

Keajaiban Istighfar

Buletin online Fk-Pontren
kiriman: KH. Sholehuddin Syam
(Sampang)
Ketua Harian Fk-Pontren

Dengan memperbanyak bacaan istighfar, semua urusan menjadi mudah dan lancar. Itulah yang selalu dilakukan dan benar-benar dirasakan keampuhannya oleh seorang janda muda yang pernah mengalami kesedihan dan kesulitan. DR. Aidh al-Qorni dalam salah satu risalahnya menceritakan ada seorang janda muslimah yang sedang mengalami kesedihan dan kesulitan lantaran ditinggal wafat oleh suaminya yang tercinta, di usia 30 tahunan usia yang tidak cukup matang untuk hidup mandiri dengan menanggung banyak beban ia lewati hari-harinya dengan penuh kesedihan, kepedihan, kepiluhan terlebih lagi ia harus mengasuh putra-putrinya yang berjumlah 5 orang dari hasil perkawinannya dengan almarhum suaminya. Berbekal sedikit harta dari peninggalan suaminya ia harus super hemat agar bisa tetap bertahan hidup dan dapat membiayai kebutuhan anak-anaknya.
            Beberapa minggu telah berlalu, namun air mata janda itu terus mengalir hingga pandangan matanya mulai rabun.” Kalau anda tidak bisa menahan diri dan masih tetap menangis, maka tidak lama lagi mata anda akan buta”. Nasehat seorang dokter pada janda tersebut. Dari nasehat sang dokter itu ia lantas berusaha bangkit dan mencoba menghibur dirinya dengan mendengarkan radio yang ada didalam kamarnya, pikirannya sempat terhibur karena secara kebetulan ia mendengarkan ceramah seorang Syekh yang sedang mengutip hadits Nabi yang menerangkan tentang keutamaan membaca istigfar, Nabi bersabda “Barang siapa yang memperbanyak membaca istighfar, maka Allah Swt akan menggantikan setiap kesusahannya menjadi kemudahan, dan setiap kesempitannya menjadi kelapangan dan ia akan diberi rizki tanpa diduga”. (HR. Abu Daud). Akhirnya janda itu mengamalkan hadits tersebut dan dengan rutin ia membaca “Astaghfirullahal 'Adlim” tiap hari seribu kali dan ia menyuruh anak-anaknya untuk membaca juga. Dengan kuasa Allah tak lama kemudian datanglah surat dari pemerintah Arab Saudi yang isinya tanah yang ditempati janda tersebut dibutuhkan oleh pihak pemerintah untuk dibangun sebuah proyek dan akan diganti ratusan juta Real setara dengan sekian puluh terliun rupiah. Tanpa berfikir panjang iapun menyetujui tawaran tersebut dan hanya dalam waktu singkat sang janda menjadi kaya raya beberapa rumah dan tempat-tempat usaha bisa ia beli dan tidak hanya sebatas kebahagiaan duniawi yang ia miliki lebih dari itu Allah Swt jadikan 5 orang dari buah hatinya menjadi orang-orang yang sukses dan berilmu, serta mampu menghafal al-Qur'an, itu semua berkat sang ibu rajin membaca “istigfar” subhanallah! Semoga kita dapat mengamalkannya Amin.

Minggu, 30 November 2014

10 Faktor Penyebab Hati menjadi Mati

Buletin online Fk-Pontren
kiriman dari: KH. Fahmi Asy'ari, M.Ag
Dewan Pembina FK-PONTREN
Senin, 1 Desember 2014

Syaqiq Al-Balkhi berkata:"Ibrahim bin Adham suatu hari berjalan jalan di pasar Basrah, lalu orang orang berkumpul mengerumuninya, dan mereka bertanya tentang firman Allah: "Berdo'alah kalian kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan do'a kalian".  Kami bertahun tahun telah berdo'a, tapi mengapa Allah belum juga mengabulkan permohonan kami?. Ibrahim bin Adham menjawab: "Hati kamu sekalian mati karena 10 perkara"

1. Kamu mengenal Allah, tapi kamu tidak menunaikan hak-Nya.

2. Kamu membaca Kitab, tapi kamu tidak mau mengamalkannya.

3. Kamu mengaku bermusuhan dengan iblis, tapi kamu mengikuti tuntunannya.

4. Kamu mengaku meneladani Rasul, tapi kamu meninggalkan tingkah laku dan sunnahnya.

5. Kamu mengaku senang terhadap surga, tapi kamu tidak berusaha menuju padanya.

6. Kamu mengaku takut terhadap neraka, tapi kamu tidak mengakhiri perbuatan perbuatan dosa.

7. Kamu tahu dan mengakui bahwa mati itu pasti, tapi kamu tidak mempersiapkan diri untuk mengahadapinya.

8. Kamu asyik dan gemar meneliti aib-aib orang lain, tapi kamu justru melupakan aib-aib diri kamu sendiri.

9. Kamu makan dari rezeki yang Allah berikan kepadamu, tapi kamu tidak pernah besyukur kepada-Nya.

10. Kamu mengubur orang-orang yang sudah mati, tapi kamu tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Maka bagi mereka yang belum diijabah do'anya, mungkin 10 faktor diatas perlu dicoba dan diupayakan agar apa yang dihajatkan bisa terwujud.

Rabu, 26 November 2014

Mengapa Mengeluh ?

Buletin online Fk-Pontren

Mengapa kau mengeluh rezekinya sempit, padahal pekerjaan yang kau lakukan kualitasnya memang hanya recehan dan kau terjebak pada rutinitas yang menjemukan? Rezeki memang datang dari Allah tetapi bagaimana agar rezeki datang kepadamu dengan deras, tugasmulah yang menciptakan jalannya.

Jangan berharap sesuatu yang besar bila nyalimu kecil, pekerjaanmu tak berkualitas dan kau tak berani melakukan terobosan.

Mengapa kau mengeluh banyak hutang, padahal itu ulah perilakumu yang lebih mengedepankan keinginan dari pada kebutuhan? Lebih mengedepankan gengsi dibandingkan esensi. Lebih mengedepankan pujian orang daripada menata dan memperbaiki kehidupanmu.

Mengapa kau mengeluh karir atau bisnismu stagnan, bukankah itu akumulasi dari perilakumu selama ini? Kerja asal kerja, bisnis asal bisnis. Sesuatu yang dilakukan asal-asalan hasilnya merugikan. Terlihat kerja tetapi menyiksa. Terlihat sibuk tapi tak menghasilkan. Lelah tapi tak dapat rupiah. Lelah tapi tak tercatat sebagai ibadah.

Mengapa kau mengeluh ini dan itu padahal perilakumu juga cuma ini dan itu. Tahu diri dong kalau mau ngeluh. Semua yang terjadi itu karena ulahmu. So, mengapa kau harus mengeluh? Bukankah itu berarti “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri?”

Mengeluh itu manusiawi tetapi bila terlalu banyak mengeluh itu artinya hidupmu sedang jatuh ke dasar bumi.

Jamil Azzaini

BELAJAR MENGHIBUR GURU

Buletin online Fk-Pontren
26 November 2014
Dari: KH. Maslul Zahid (Sampang)
Rois Majlis Al-Mahidiin

Al-Imam Ali Karromallahu Wajha berkata:
Aku adalah hamba dari seorang yang mengajariku satu huruf sekalipun.

Betapa tawadhu' beliau,  betapa pandainya beliau bersyukur pada gurunya.
Padahal beliau adalah pintu ilmu sebagaimana di sebutkan dalam hadits.

■ Yang mengajar alif dan ba' itu guru.
■ Mengajar safinah itu guru.
■ Mengajar minhaj dan seterusnya juga guru.
■ Yang mengajari kita saat masih kecil dan dewasa juga guru.
■ Mengajar di kampung, kota, dalam negeri dan luar negeri sama saja mereka tetap guru kita.
■ Jangan pernah merasa malu menjadi murid hanya karna guru yang dulu tidak sehebat guru kalian yg sekarang.

Sangat buruk prilaku murid yang memposisikan dirinya seperti juri kontes kemuliaan guru, juga mengatakan bahwa guru saya yang ini afdhol dari yang itu, yang di sana lebih baik dari yang di sini dll.

Saya pernah bertemu dengan banyak guru yang kecewa pada murid yang di didiknya bukan karna murid itu nakal atau bodoh tapi karna kurang peka menghormati guru bahkan untuk berjabat tangan dan sedikit berbasa basi pun enggan karena merasa sudah punya banyak pengikut dan berpengaruh.

Bagaimana murid bisa di bilang sukses kalau tidak punya akhlak pada guru nya?
Contohlah Imam Ali R.A yang begitu alim tetapi tawadhu' bahkan pada guru sekecil apapun dia.

Tugas murid mencintai, menghormati dan tidak meremehkan guru.
Pandai-pandai lah menjaga perasaan mereka, kalau menyakiti orang saja dosanya lebih besar dari pada menghancurkan ka'bah, bagaimana kalau kita meremehkan guru?!
Ibadah paling afdhol setelah yang fardhu adalah menyenangkan hati seorang mukmin, bagaimana besar pahala jika kita dapat menghibur hati guru?.